Strategi Menjawab Soal TIU: Silogisme, Analitis, dan Deret Angka
Tes Intelegensia Umum (TIU) berisi 35 soal dari total 110 soal SKD. Isinya bukan hafalan, melainkan kemampuan berpikir: menarik kesimpulan, membaca pola, dan menghitung. Karena itu cara belajarnya berbeda — TIU tidak cukup dibaca, harus dikerjakan berulang.
Berikut tiga jenis soal TIU yang paling banyak memakan waktu peserta, beserta cara mengerjakannya.
1. Silogisme (penarikan kesimpulan)
Bentuknya: dua pernyataan (premis), lalu Anda diminta menentukan kesimpulan yang sah.
Contoh:
- Premis 1: Semua peserta yang lulus administrasi mengikuti SKD.
- Premis 2: Sebagian peserta yang mengikuti SKD juga mengikuti SKB.
- Kesimpulan yang sah: Sebagian peserta yang lulus administrasi mengikuti SKB.
Kunci mengerjakannya:
- Gambar diagram lingkaran untuk "semua" dan "sebagian". Mata akan jauh lebih cepat membaca hubungan daripada menerka-nerka.
- Perhatikan kata kunci kuantitas: semua, sebagian, tidak ada. Kesimpulan tidak boleh "lebih kuat" daripada premisnya — dari "sebagian" tidak bisa disimpulkan "semua".
- Jawaban yang benar harus pasti benar. Kalau ada satu kemungkinan yang membuat kesimpulan itu salah, jawaban itu gugur.
2. Penalaran analitis (soal cerita berurutan)
Biasanya berupa cerita tentang urutan, jadwal, atau pengelompokan — misalnya lima orang duduk berurutan dengan beberapa syarat. Yang ditanyakan: siapa di posisi tertentu, atau urutan yang mungkin.
Kunci mengerjakannya:
- Tulis semua syarat sebagai catatan singkat, jangan dihafal di kepala.
- Kerjakan syarat yang paling mengikat lebih dulu (yang menyebut posisi pasti), baru syarat yang sifatnya relatif ("lebih tua dari", "di sebelah").
- Kalau soal meminta "urutan yang mungkin", uji pilihan jawabannya satu per satu terhadap syarat — biasanya lebih cepat daripada menyusun urutan dari nol.
- Soal ini paling sering memakan waktu. Kalau lebih dari dua menit belum ketemu, tandai dan lanjut.
3. Deret angka dan huruf
Bentuknya: deret angka, lalu Anda menentukan angka berikutnya. Yang perlu dihafal bukan angkanya, tapi pola operasinya:
- Selisih tetap — 4, 7, 10, 13, … (selalu +3).
- Selisih bertingkat — 2, 3, 5, 8, 12, … (selisihnya 1, 2, 3, 4).
- Perkalian atau pembagian — 3, 6, 12, 24, … (dikali 2).
- Dua deret berselang-seling — 1, 10, 3, 20, 5, 30, … (deret ganjil dan genap terpisah).
- Pola kuadrat dan kubus — 1, 4, 9, 16, … (kuadrat) atau 1, 8, 27, … (kubus).
Langkah praktisnya: hitung selisih dua angka pertama. Kalau tidak berpola, coba selisih tingkat keduanya. Kalau masih tidak, curigai pola perkalian atau deret berselang-seling.
Soal aritmetika dan perbandingan
Bagian ini soal cerita hitungan sehari-hari: persentase, perbandingan, kecepatan, dan untung-rugi. Kuncinya bukan menghitung cepat, tetapi menyederhanakan angka. Misalnya menghitung 15% dari 240 lebih cepat lewat 10% (24) ditambah 5% (12) = 36, daripada mengalikan 0,15 × 240.
Biasakan juga membulatkan angka saat memperkirakan jawaban: kalau pilihan jawabannya berjauhan, perkiraan sudah cukup untuk memilih.
Cara berlatih TIU yang benar
- Kerjakan per jenis soal, bukan campur. Kuasai silogisme sampai lancar, baru pindah ke deret angka. Mencampur semuanya sejak awal membuat Anda tidak pernah menguasai satu pun.
- Catat waktu per soal. Target praktis: 40–60 detik per soal TIU. Kalau lebih, catat jenis soalnya — biasanya itu jenis yang perlu dilatih lagi.
- Tandai soal yang salah karena tidak tahu dan salah karena kurang teliti. Dua hal ini obatnya berbeda: yang pertama perlu belajar pola, yang kedua perlu latihan ketelitian.
- Ulangi jenis soal yang paling sering salah seminggu kemudian, bukan besoknya.
Kesalahan yang paling sering terjadi di TIU
- Terlalu lama di satu soal penalaran analitis, sampai soal deret angka yang mudah tidak sempat dikerjakan.
- Menghitung panjang di kertas padahal jawabannya bisa diperkirakan dari pilihan yang tersedia.
- Belajar dengan membaca contoh, tanpa pernah mengerjakan dengan waktu berjalan.
- Mengosongkan jawaban — di TIU jawaban salah tidak mengurangi nilai, jadi selalu ada untungnya menjawab.
Pertanyaan yang sering ditanyakan
Berapa jumlah soal TIU dan waktunya?
35 soal dari total 110 soal SKD. Sisa waktu efektif untuk TIU sekitar 30 menit, jadi targetnya sekitar 40–60 detik per soal.
Jenis soal TIU apa yang paling sering muncul?
Silogisme, penalaran analitis, deret angka dan huruf, analogi, serta aritmetika dan perbandingan.
Apakah soal TIU bisa dilatih?
Bisa, dan memang harus dilatih dengan mengerjakan soal — bukan dibaca. TIU menguji keterampilan berpikir, sehingga pengulangan dengan waktu berjalan adalah cara belajarnya.
Uji pemahaman Anda
Kerjakan tryout SKD dengan sistem CAT, lengkap dengan pembahasan dan analisis per sub-tes.
Coba Tryout Gratis