Soal TIU Perbandingan: Rumus, Jenis, dan Cara Hitung Cepat
Soal perbandingan termasuk materi TIU yang sering muncul karena bentuknya relatif sederhana tetapi mudah keliru jika tidak memahami jenis perbandingannya. Kunci utamanya adalah menentukan apakah kedua besaran berubah searah atau berlawanan.
Dasar perbandingan
Perbandingan dapat ditulis sebagai a : b atau a/b. Nilai perbandingan dapat disederhanakan dengan membagi kedua angka dengan faktor yang sama. Misalnya 12 : 18 disederhanakan menjadi 2 : 3.
Jika perbandingan diketahui dan jumlah total diketahui, kita dapat mencari nilai masing-masing bagian:
- Bagian A = (a / (a + b)) × total
- Bagian B = (b / (a + b)) × total
Contoh: perbandingan A : B = 2 : 3 dan totalnya 50. Maka A = (2/5) × 50 = 20 dan B = (3/5) × 50 = 30.
Perbandingan senilai
Dua besaran disebut senilai jika keduanya berubah searah: ketika satu naik, yang lain juga naik. Contohnya jumlah barang dan total harga, atau jarak dan bahan bakar.
Rumus perbandingan senilai:
a₁ / b₁ = a₂ / b₂ atau a₁ × b₂ = a₂ × b₁
Contoh: 3 buku harganya Rp45.000. Berapa harga 5 buku?
- 3/45.000 = 5/x
- 3x = 225.000
- x = 75.000
Jadi, harga 5 buku adalah Rp75.000.
Perbandingan berbalik nilai
Dua besaran disebut berbalik nilai jika keduanya berubah berlawanan: ketika satu naik, yang lain turun. Contohnya jumlah pekerja dan waktu penyelesaian, atau kecepatan dan waktu tempuh.
Rumus perbandingan berbalik nilai:
a₁ × b₁ = a₂ × b₂
Contoh: 6 pekerja menyelesaikan pekerjaan dalam 12 hari. Berapa hari yang dibutuhkan 9 pekerja?
- 6 × 12 = 9 × x
- 72 = 9x
- x = 8
Jadi, 9 pekerja membutuhkan 8 hari.
Cara membedakan senilai dan berbalik nilai
- Tanyakan arah perubahan. Jika satu besaran naik dan yang lain ikut naik, biasanya senilai. Jika satu naik dan yang lain turun, biasanya berbalik nilai.
- Lihat konteks soal. Jumlah pekerja bertambah → waktu berkurang (berbalik nilai). Jumlah barang bertambah → total harga bertambah (senilai).
- Hindari menghafal pola tanpa memahami. Soal sering dibalik kalimatnya agar peserta terkecoh.
Perbandingan tiga besaran
Jika perbandingan A : B : C = 2 : 3 : 5 dan totalnya 100, maka:
- A = (2/10) × 100 = 20
- B = (3/10) × 100 = 30
- C = (5/10) × 100 = 50
Untuk tiga besaran, jumlahkan semua angka perbandingan sebagai penyebut.
Soal perbandingan bertingkat
Kadang dua perbandingan digabungkan, misalnya A : B = 2 : 3 dan B : C = 4 : 5. Untuk menyatukan, samakan nilai B terlebih dahulu:
- A : B = 2 : 3 = 8 : 12
- B : C = 4 : 5 = 12 : 15
- Maka A : B : C = 8 : 12 : 15
Kesalahan yang sering terjadi
- Salah menentukan jenis perbandingan.
- Membalik posisi pembilang dan penyebut.
- Lupa menyederhanakan perbandingan sebelum menghitung.
- Menggunakan rumus senilai untuk soal berbalik nilai.
- Tidak memeriksa apakah hasilnya masuk akal.
Tips hitung cepat
- Sederhanakan perbandingan lebih dulu agar angka lebih kecil.
- Gunakan perkalian silang, lalu bagi dengan angka yang tersisa.
- Untuk soal pilihan ganda, coba masukkan angka dari opsi jika perhitungan terasa rumit.
- Perhatikan satuan; ubah ke satuan yang sama sebelum menghitung.
Mulai dari mana?
Latih perbandingan bersama materi TIU lain seperti persentase dan aritmetika. Lihat paket tryout CPNS untuk berlatih soal dengan pembahasan langkah demi langkah.
Pertanyaan yang sering ditanyakan
Apa beda perbandingan senilai dan berbalik nilai?
Senilai berubah searah (naik bersama), sedangkan berbalik nilai berubah berlawanan (satu naik, yang lain turun).
Bagaimana rumus perbandingan senilai?
a₁/b₁ = a₂/b₂ atau a₁ × b₂ = a₂ × b₁.
Bagaimana rumus perbandingan berbalik nilai?
a₁ × b₁ = a₂ × b₂.
Bagaimana menyatukan dua perbandingan bertingkat?
Samakan nilai besaran yang sama di kedua perbandingan, lalu gabungkan menjadi satu perbandingan tiga besaran.
Uji pemahaman Anda
Kerjakan tryout SKD dengan sistem CAT, lengkap dengan pembahasan dan analisis per sub-tes.
Coba Tryout Gratis