ASN Kedinasan
Panduan SKD

Aritmetika Dasar TIU: Rumus Penting dan Cara Hitung Cepat

26 Oktober 20266 menit baca

Aritmetika adalah bagian TIU yang paling terukur: jika rumusnya dipahami dan latihannya cukup, skornya bisa naik dengan cepat. Sebaliknya, peserta yang mengandalkan hitungan manual panjang sering kehabisan waktu meski sebenarnya paham konsepnya. Artikel ini merangkum rumus yang paling sering muncul dan cara mengerjakannya dengan efisien.

1. Persen dan perubahan persen

Persen berarti "per seratus". Untuk menghitung persentase dari suatu nilai, kalikan nilai dengan persen lalu bagi 100. Untuk perubahan persen, gunakan selisih dibagi nilai awal.

Kesalahan umum: menghitung perubahan persen dengan membagi nilai akhir, bukan nilai awal. Pastikan pembaginya selalu nilai awal.

2. Perbandingan dan skala

Jika dua besaran berbanding a : b dan jumlahnya diketahui, maka bagian pertama = a ÷ (a + b) × jumlah, dan bagian kedua = b ÷ (a + b) × jumlah. Untuk selisih, gunakan (a − b) ÷ (a + b) × jumlah.

Contoh: uang dibagi 3 : 5 dengan total 320.000. Bagian pertama = 3/8 × 320.000 = 120.000, bagian kedua = 200.000.

3. Rata-rata

Rata-rata = jumlah seluruh nilai ÷ banyaknya nilai. Tiga variasi yang sering muncul:

4. Kecepatan, jarak, dan waktu

Rumus dasarnya: jarak = kecepatan × waktu. Dari situ, kecepatan = jarak ÷ waktu dan waktu = jarak ÷ kecepatan. Pastikan satuan konsisten — jika kecepatan dalam km/jam, waktu harus dalam jam, bukan menit.

Untuk perjalanan pulang-pergi dengan kecepatan berbeda, kecepatan rata-rata bukan rata-rata kedua angka, melainkan total jarak dibagi total waktu. Ini jebakan yang sangat sering muncul.

5. Laju kerja

Jika A menyelesaikan pekerjaan dalam a jam, laju A adalah 1/a pekerjaan per jam. Jika B menyelesaikan dalam b jam, lajunya 1/b. Bersama-sama, laju gabungan = 1/a + 1/b, dan waktu bersama = 1 ÷ (1/a + 1/b).

Contoh: A selesai dalam 6 jam, B dalam 3 jam. Laju gabungan = 1/6 + 1/3 = 1/2, sehingga bersama-sama selesai dalam 2 jam.

6. Untung, rugi, dan harga

7. Operasi campuran dan urutan hitung

Kerjakan sesuai urutan: tanda kurung, perkalian dan pembagian, lalu penjumlahan dan pengurangan. Banyak kesalahan terjadi karena mengerjakan dari kiri ke kanan tanpa memperhatikan urutan. Jika soal berbentuk pecahan bertingkat, sederhanakan pembilang dan penyebut terlebih dahulu.

Cara menghitung lebih cepat

  1. Bulatkan lalu koreksi. 19 × 24 bisa dihitung sebagai 20 × 24 − 24 = 456. Teknik ini jauh lebih cepat daripada perkalian bersusun.
  2. Gunakan faktor sepuluh. 25% = 1/4, 20% = 1/5, 12,5% = 1/8. Mengubah persen menjadi pecahan sering menyederhanakan hitungan.
  3. Perkirakan dulu, hitung kemudian. Taksiran membantu mendeteksi jawaban yang tidak masuk akal, terutama pada soal pilihan ganda.
  4. Periksa satuan sebelum menghitung. Banyak jawaban salah karena menit dicampur dengan jam atau gram dengan kilogram.
  5. Jangan mengerjakan soal panjang dengan cara panjang. Jika pilihan jawaban berjarak jauh, taksiran sudah cukup untuk memilih.

Latihan yang efektif

Latih satu jenis soal per sesi, misalnya 10 soal persen, lalu 10 soal laju kerja. Setelah tiap jenis stabil, campur semuanya agar terbiasa memilih rumus dengan cepat. Catat kesalahan berdasarkan jenisnya: salah rumus, salah satuan, atau salah hitung. Ketiganya punya perbaikan berbeda.

Mulai dari mana?

Kerjakan satu set aritmetika dengan timer, lalu tinjau jenis soal yang paling sering salah. Untuk mengukur kemampuan TIU secara menyeluruh, kerjakan tryout SKD dan lihat skor per bagian. Lihat paket dan harga terbaru untuk mulai berlatih.

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Rumus apa yang paling sering keluar di aritmetika TIU?

Persen dan diskon, perbandingan, rata-rata, kecepatan–jarak–waktu, serta laju kerja. Menguasai kelima jenis ini menutup sebagian besar soal.

Bagaimana menghitung kecepatan rata-rata pulang-pergi?

Bagi total jarak dengan total waktu, bukan merata-ratakan kedua kecepatan. Ini kesalahan yang paling sering terjadi.

Apakah boleh memakai taksiran saat ujian?

Boleh dan sering membantu. Jika pilihan jawaban berjarak jauh, taksiran bisa langsung menemukan jawaban yang benar.

Bagaimana cara menghitung laju kerja gabungan?

Jumlahkan laju masing-masing (1/waktu), lalu balik hasilnya. Contoh: 1/6 + 1/3 = 1/2, sehingga selesai dalam 2 jam.

Uji pemahaman Anda

Kerjakan tryout SKD dengan sistem CAT, lengkap dengan pembahasan dan analisis per sub-tes.

Coba Tryout Gratis

← Semua artikel