ASN Kedinasan
Panduan Seleksi

Buta Warna dan CPNS: Apakah Selalu Menggugurkan?

26 Oktober 20266 menit baca

Pertanyaan tentang buta warna sering muncul di grup pelamar CPNS. Sebagian peserta mendengar bahwa buta warna langsung menggugurkan, sebagian lagi merasa aman karena tidak pernah merasa kesulitan membedakan warna. Kenyataannya, aturannya tidak sesederhana itu: semuanya bergantung pada formasi dan syarat jabatan yang ditetapkan instansi.

Apa itu buta warna?

Buta warna adalah kondisi ketika seseorang tidak dapat membedakan warna tertentu dengan normal. Kondisi ini umumnya bawaan dan lebih sering terjadi pada pria. Ada beberapa jenis yang perlu dibedakan:

Selain itu, ada istilah "buta warna lemah" atau defisiensi penglihatan warna ringan, ketika seseorang masih bisa membedakan warna tetapi tidak sebaik orang dengan penglihatan normal.

Bagaimana tes buta warna dilakukan?

Tes yang paling sering dipakai adalah tes Ishihara, yaitu kumpulan pelat berisi titik-titik warna dengan angka atau jalur tersembunyi. Peserta diminta membaca angka atau mengikuti jalur tertentu. Ada juga tes lain seperti Farnsworth-Munsell dan tes berbasis lampu, tetapi Ishihara paling umum dalam seleksi.

Hasil tes biasanya dikategorikan sebagai normal, buta warna sebagian, atau buta warna total. Kategori inilah yang dipakai panitia untuk mencocokkan dengan syarat formasi.

Apakah buta warna menggugurkan CPNS?

Tidak selalu. Syarat kesehatan CPNS ditetapkan berdasarkan jabatan dan kebutuhan instansi. Beberapa formasi mensyaratkan penglihatan warna normal karena pekerjaannya menuntut ketepatan membedakan warna, misalnya:

Sebaliknya, banyak formasi administratif tidak mensyaratkan penglihatan warna normal. Karena itu, membaca syarat jabatan pada pengumuman formasi adalah langkah pertama yang wajib dilakukan.

Di mana syaratnya dicantumkan?

Syarat kesehatan biasanya tercantum pada pengumuman penerimaan CPNS, bagian persyaratan jabatan atau formasi. Kadang informasi ini tidak ditulis secara eksplisit dan baru muncul pada pemeriksaan kesehatan. Jika ragu, tanyakan kepada panitia melalui kanal resmi instansi sebelum mendaftar.

Jangan mengandalkan jawaban dari media sosial atau pengalaman orang lain, karena syarat antar-instansi dan antar-tahun bisa berbeda.

Apa yang bisa dilakukan jika buta warna?

Buta warna bawaan umumnya tidak dapat disembuhkan. Beberapa produk kacamata khusus diklaim membantu membedakan warna, tetapi efeknya tidak mengubah hasil tes dan tidak diakui sebagai penyembuhan. Jangan mengandalkan alat seperti itu dalam seleksi.

Langkah yang lebih realistis adalah memilih formasi yang tidak mensyaratkan penglihatan warna normal. Jika Anda sudah terlanjur memilih formasi dengan syarat tersebut, pertimbangkan untuk mengganti pilihan pada masa yang diizinkan atau mempersiapkan diri untuk periode berikutnya dengan formasi yang lebih sesuai.

Kesalahan yang sering terjadi

Mulai dari mana?

Setelah memastikan formasi yang Anda pilih sesuai dengan kondisi kesehatan, fokuskan energi pada persiapan SKD. Lihat paket tryout CPNS untuk mulai berlatih soal, pembahasan, dan simulasi dengan timer.

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Apakah buta warna otomatis menggugurkan CPNS?

Tidak. Ketentuannya bergantung pada syarat jabatan yang ditetapkan instansi. Banyak formasi administratif tidak mensyaratkan penglihatan warna normal.

Tes apa yang dipakai untuk memeriksa buta warna?

Tes Ishihara paling umum dipakai, yaitu membaca angka atau jalur dari titik-titik warna. Ada juga tes lain, tetapi Ishihara yang paling sering muncul.

Apakah buta warna bisa disembuhkan?

Buta warna bawaan umumnya tidak dapat disembuhkan. Kacamata khusus tidak mengubah hasil tes resmi dan tidak diakui sebagai penyembuhan.

Bagaimana cara mengetahui formasi yang tidak mensyaratkan buta warna normal?

Baca syarat jabatan pada pengumuman resmi. Jika tidak jelas, tanyakan langsung kepada panitia instansi sebelum mendaftar.

Uji pemahaman Anda

Kerjakan tryout SKD dengan sistem CAT, lengkap dengan pembahasan dan analisis per sub-tes.

Coba Tryout Gratis

← Semua artikel