ASN Kedinasan
Psikotes

Tes Ishihara (Buta Warna): Apa yang Diuji dan Cara Menghadapinya

26 Oktober 20266 menit baca

Tes Ishihara adalah pemeriksaan penglihatan warna yang paling dikenal dalam seleksi TNI, Polri, sekolah kedinasan, dan beberapa formasi lainnya. Bentuknya sederhana: sebuah pelat berisi titik-titik warna dengan angka tersembunyi di dalamnya. Meski terlihat mudah, tes ini mengukur hal yang tidak bisa ditebak — kemampuan mata membedakan warna.

Bagaimana tes ini bekerja?

Setiap pelat Ishihara berisi ratusan titik dengan ukuran dan kecerahan berbeda, disusun dari warna-warna tertentu. Di tengahnya terdapat angka atau jalur yang hanya terlihat jelas bagi orang dengan penglihatan warna normal. Orang dengan defisiensi warna tertentu akan melihat angka yang berbeda, melihat angka samar, atau tidak melihat angka sama sekali.

Karena titik-titiknya memiliki kecerahan berbeda, tes ini dirancang agar tetap bisa membedakan mereka yang benar-benar kesulitan warna dari mereka yang hanya menebak berdasarkan kontras.

Apa yang diuji?

Yang dinilai adalah hasil pemeriksaan, bukan pemahaman teori. Karena itu, berbeda dengan tes kecerdasan atau Tes Koran, Ishihara bukan kemampuan yang bisa ditingkatkan dengan latihan soal.

Siapa yang memerlukannya?

Tes ini umumnya menjadi syarat pada seleksi yang menuntut ketepatan penglihatan warna, misalnya:

Syarat dan jenis pemeriksaannya bisa berbeda antar instansi dan antar periode seleksi, jadi selalu periksa pengumuman resmi instansi tujuanmu. Sebagian instansi menguji dengan pelat Ishihara, sebagian lagi dengan pemeriksaan mata menyeluruh.

Apakah bisa dilatih?

Perlu jujur: defisiensi penglihatan warna tidak bisa diperbaiki dengan latihan soal. Yang bisa dilakukan adalah memahami format tes dan memastikan kondisi pemeriksaan mendukung. Latihan pada aplikasi membantu kamu mengenali bentuk dan ritme tes, serta memeriksa apakah warna pada layar masih tampil wajar — bukan untuk mengubah hasil pemeriksaan mata.

Jika hasil pemeriksaan menunjukkan defisiensi warna, langkah yang tepat adalah berkonsultasi dengan dokter mata, bukan berlatih menghafal pelat. Menghafal angka pada pelat tertentu juga tidak banyak membantu, karena pemeriksaan resmi menggunakan urutan dan pencahayaan yang berbeda.

Cara mempersiapkan diri

  1. Tidur cukup. Mata yang lelah dapat memengaruhi ketepatan membaca warna, terutama pada layar.
  2. Periksa kondisi layar jika berlatih online. Pastikan kecerahan wajar dan mode warna tidak diubah (misalnya mode malam atau filter warna) karena bisa mengubah tampilan.
  3. Gunakan pencahayaan ruangan yang cukup. Cahaya terlalu redup atau terlalu menyilaukan mempersulit pembedaan warna.
  4. Jangan menebak dengan terburu-buru. Beri waktu beberapa detik untuk melihat; angka biasanya muncul setelah mata menyesuaikan diri.
  5. Ketahui syarat instansi. Sebagian formasi memperbolehkan koreksi tertentu, sebagian tidak. Mengetahui syarat sejak awal menghindari salah memilih formasi.

Kesalahan saat menghadapi tes

Simulasi di aplikasi

Di aplikasi, simulasi Ishihara tersedia dalam bentuk pelat dengan pilihan 12 atau 24 pelat sekali jalan, dan jawabannya diperiksa otomatis. Simulasi ini berguna untuk mengenal format tes dan memeriksa tampilan warna di perangkatmu. Perlu diingat: simulasi di layar bukan pengganti pemeriksaan mata, karena warna pada layar dapat berbeda dari pelat cetak resmi.

Simulasi ini termasuk dalam paket SKB dan Platinum. Lihat paket dan harga terbaru untuk mulai mencobanya.

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Apakah tes Ishihara bisa dilatih?

Tidak untuk mengubah hasil pemeriksaan mata. Latihan hanya membantu mengenali format tes dan memastikan tampilan layar wajar. Pemeriksaan dokter tetap menjadi acuan.

Apa yang diukur tes Ishihara?

Kemampuan membedakan warna, terutama defisiensi merah–hijau, menggunakan pelat berisi angka tersembunyi.

Siapa yang biasanya wajib mengikuti tes ini?

Umumnya seleksi TNI, Polri, dan sekolah kedinasan tertentu, serta beberapa formasi teknis. Syaratnya bisa berbeda tiap instansi dan periode.

Apakah simulasi di layar akurat?

Simulasi berguna untuk mengenal format, tetapi warna layar dapat berbeda dari pelat cetak. Hasil resmi tetap ditentukan pemeriksaan mata.

Uji pemahaman Anda

Kerjakan tryout SKD dengan sistem CAT, lengkap dengan pembahasan dan analisis per sub-tes.

Coba Tryout Gratis

← Semua artikel